Pancasila, Antara Ideologi dan Nama Belaka

 

Image

 

Tanggal 1 Juni dikenal sebagai Hari Kesaktian Pancasila karena pada tanggal inilah Konsep Pancasila dikemukakan oleh Bapak Proklamator kita, Ir. Soekarno. Dari 1945 hingga 2013, sudah 68 tahun, Pancasila dinyatakan sebagai ideologi negara Indonesia. Banyak yang perlu dievaluasi. Hanya untuk mengingatkan, ini adalah Pancasila kita:

1. Ketuhanan yang Maha Esa

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

 

Yang ingin saya evaluasi adalah sila kedua, keempat, dan kelima. 

Sila kedua berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Jika kita telaah lagi kenyataan yang ada, sila kedua ini harus diingatkan kembali kepada semua elemen masyarakat Indonesia, terutama elemen masyarakat yang punya harta berlebih untuk mengendalikan hukum di Indonesia. Saya pikir jika ada seorang nenek yang harus mencuri beras tetangga karena tidak bisa makan dihukum selama 1 bulan penjara, sedangkan koruptor yang makan miliaran rupiah uang rakyat dilepaskan hukum, maka sila kedua kita belum terimplementasikan dengan baik.

Sila keempat, “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”.  Mari kita bertanya saja pada diri kita, seberapa besar peran perwakilan yang telah kita pilih dalam memperjuangkan hak kita? Mungkin mereka lelah kita pertanyakan terus kinerja mereka, tapi memang itu tugas kita, mengingatkan terus mereka tentang tanggung jawab dari kita yang mereka emban. Apakah mereka sudah menjadi corong suara kita di depan otoritas yang menguasai negara kita? Mari kita bertanya kembali.

Sila kelima, “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Ketimpangan keadilan bukan lagi hal aneh di Indonesia. Keadilan distribusional belum bisa dinikmati oleh saudara-saudara kita yang tinggal di pulau-pulau terluar Indonesia. Partisipasi masyarakatpun belum bisa merata dalam pembangunan karena kurangnya edukasi pemerintah kepada rakyat kita yang belum mengerti arti pembangunan.

 

Jadi, sebarapa baikkah implementasi Pancasila setelah 68 tahun berlaku? Tentu kita bisa menjawab sendiri. :)